Bagaimana cara untuk mengatasi kehamilan yang sering keguguran?

Wanita yang memiliki kandungan lemah pun bisa melahirkan secara sehat dan Selamat, baik bayi maupun ibunya. Tentu saja, kandungan jenis ini perlu langkah dan perawatan ekstra dibandingkan kehamilan pada wanita tanpa masalah kesehatan. Intinya, langkah dan perawatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya keguguran.
- Pencegahan dilakukan saat terlihat gejala-gejala kandungan lemah atau sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran.- Sebelum timbul gejala-gejala yang merugikan, disarankan agar suami-istri yang menginginkan kehamilan sehat melakukan konsultasi ke ahli kandungan atau bidan dahulu. Biasanya, selama masa konsultasi, si calon ibu akan mendapatkan pemeriksaan di bagian rahim. Ini penting untuk melihat virus-virus dan kondisi rahim.

- Pemeriksaan sebaiknya dilakukan tiga bulan hingga enam bulan sebelum masa kehamilan terjadi. Dengan demikian, bila di rahim terdapat kotoran atau tumor, dokter bisa menghilangkannya. Untuk menghilangkan tumor, misalnya, bisa dengan cara disuntik untuk mematikan tumor itu. Dokter bisa melakukan ini bila diameter tumor kurang dari 5 cm. Bila lebih dari itu, harus dioperasi.

- Setelah kehamilan terjadi, kandungan lemah akan tampak setelah usia kehamilan mencapai 7 hingga 11 minggu. Tandanya berupa flek atau keluar darah sedikit pada vagina. Ini karena kekurangan hormon progesteron. Untuk kasus seperti itu, si ibu harus memperoleh tambahan hormon. Caranya, ia harus meminum obat khusus berupa tablet atau memasukkan tablet hormon itu ke rahim. Tablet ini harus diberikan secara rutin, sehari dua kali. Penambahannya dilakukan sampai plasenta keluar atau usia kandungan mencapai 16 minggu. Selain itu, si ibu juga harus mengonsumsi antibiotik. Karena, flek itu bisa memicu infeksi.

- Bila terjadi kelainan pada rahim, misalnya leher rahim membuka terlalu lebar, rahim itu harus mendapatkan perawatan khusus. Lazimnya, dokter akan menjahit leher rahim tersebut. Dengan penjahitan tersebut, leher rahim akan lebih kuat menopang janin yang terus berkembang. Proses ini harus dilakukan sebelum usia kandungan mencapai 16 minggu. Namun jahitan ini tidak berlaku untuk selamanya. Saat proses kelahiran sudah memasuki cukup bulan (9 bulan), jahitannya harus dilepas agar proses kelahiran bisa berlangsung.

- Selain pertolongan medis, ibu hamil yang memiliki kandungan lemah juga harus mendapatkan dukungan dari keluarga. Bantuan dari keluarga ini penting untuk menjaga mental dan psikis wanita tersebut. Keluarga juga harus mengingatkan agar wanita tersebut tidak banyak aktivitas dan banyak istirahat.

- Jauhkan kucing dari ibu hamil. Pasalnya, kucing merupakan induk semang sejati bagi parasit toksoplasma gondi. Parasit tersebut dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi, lahir prematur, lahir mati, lahir cacat, dan bahkan keguguran. Parasit toksoplasma tersebut hidup dalam usus kucing dan akan membentuk ookista. Bentuknya bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif. Ookista bisa menyebar melalui tinja kucing. Setelah pecah, parasit tersebut bisa menempel pada kaki atau bagian tubuh kucing lainnya, bulu-bulu, misalnya. Bila bersentuhan dengan manusia, parasit itu bisa menempel dan masuk ke tubuh.

Presentase keberhasilan hamil kembali setelah keguguran mencapai 85 persen. Bila keguguran berulang, masih ada kisaran 75 persen untuk berhasil hamil,

keguguran terjadi ditandai perdarahan. Itu sebabnya seorang ibu hamil jika mengalami perdarahan sedikit apa pun, harus segera menghubungi dokter. Sedikit atau banyak darah yang keluar, perdarahan ini harus segera ditangani.

Biasanya dokter akan mencegah jangan sampai janin keluar. Antara lain dengan meminta calon ibu melakukan istirahat total (bed rest), disertai pemberian obat-obatan seperti dupaston atau gestanon. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui dengan pasti apakah janin masih ada atau sudah gugur.

Bila tak ada janin tapi tanda-tanda kehamilan masih ada, hal ini dalam ilmu kedokteran disebut blighted ovum(BO). Bila keadaan sudah demikian, dokter akan mengambil tindakan kuretase, yaitu pengerokan pada rahim dengan tujuan mengosongkan rongga rahim.

Bila disebabkan infeksi, dokter akan mengobati infeksinya lebih dahulu. Jika infeksi sudah dipastikan sembuh, ibu tersebut baru diperbolehkan hamil kembali. Jika keguguran akibat mulut rahim yang lemah, maka pada kehamilan berikutnya akan dilakukan tindakan operasi pengikatan mulut rahim.

Untuk boleh hamil kembali setelah mengalami keguguran, umumnya dokter akan menganjurkan 3-6 bulan ke depan. Hal ini lebih disebabkan, bagi seorang ibu, untuk hamil kembali, ia memerlukan kesiapan fisik dan mental. Apalagi setelah kehilangan calon bayinya yang tentu saja akan meninggalkan kesedihan.

Jadi, kehamilan memang memerlukan dua faktor, yaitu sehat secara fisik dan sehat pula psikisnya. Di sisi lain, diperlukan pula dukungan

Enhanced by Zemanta
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: